Dalam dunia industri modern, keberadaan sistem distribusi listrik yang stabil dan aman merupakan fondasi utama operasional. Tanpa sistem panel yang tepat, risiko gangguan produksi, kerusakan mesin, hingga potensi bahaya kelistrikan bisa meningkat drastis. Oleh karena itu, pemilihan jenis panel listrik tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Salah satu jenis panel yang banyak digunakan di sektor industri, gedung komersial, hingga infrastruktur adalah panel free standing. Desainnya yang berdiri sendiri dengan konstruksi kokoh membuatnya mampu menampung banyak komponen sekaligus memberikan perlindungan optimal.
Melalui artikel ini, kita akan mengulas secara menyeluruh mulai dari pengertian, fungsi, keunggulan, material, hingga tips memilih panel free standing berkualitas. Artikel ini juga disesuaikan sebagai referensi edukatif sekaligus soft selling untuk kebutuhan pembuatan panel di CV. Kanar Angkasa Electrical melalui website resminya di https://kae.co.id.
Gratis Konsultasi Sekarang!
Dapatkan solusi terbaik untuk kebutuhan Anda dengan konsultasi gratis dari tim ahli kami.
Galeri










Daftar Isi
Pengertian Panel Free Standing
Panel free standing adalah panel listrik yang dirancang berdiri di lantai (floor mounting) tanpa perlu dipasang menempel pada dinding. Panel ini umumnya memiliki ukuran besar dan digunakan untuk kebutuhan distribusi daya skala menengah hingga besar.
Berbeda dengan wall mounting panel yang kapasitasnya terbatas, panel free standing memungkinkan integrasi banyak komponen seperti MCCB, ACB, kontaktor, relay, hingga sistem otomasi.
Karakteristik utamanya meliputi:
- Berdiri mandiri di lantai
- Memiliki pondasi / base frame
- Kapasitas komponen besar
- Akses pintu depan / belakang
- Struktur rangka lebih tebal
Karena itu, panel free standing sering menjadi pilihan utama pada instalasi industri yang membutuhkan keandalan tinggi.
Fungsi Panel Free Standing di Industri
Penggunaan panel free standing bukan sekadar sebagai kotak listrik, tetapi memiliki fungsi vital dalam sistem tenaga.
1. Distribusi Daya Listrik
Panel berperan menyalurkan listrik dari sumber utama ke berbagai beban seperti mesin, HVAC, dan penerangan.
2. Proteksi Peralatan
Dilengkapi proteksi seperti MCCB, MCB, dan relay untuk mencegah short circuit maupun overload.
3. Monitoring Sistem
Tersedia metering seperti ampere meter, volt meter, dan power meter untuk pemantauan real-time.
4. Kontrol Operasional
Digunakan untuk mengontrol motor, pompa, maupun sistem produksi otomatis.
Dengan fungsi tersebut, panel free standing menjadi pusat kendali distribusi listrik industri.
Keunggulan Panel Free Standing
Desain Kokoh & Heavy Duty
Struktur rangka menggunakan plat baja tebal sehingga tahan benturan dan getaran mesin.
Kapasitas Lebih Besar
Mampu menampung banyak komponen dalam satu enclosure.
Fleksibel untuk Pengembangan
Masih memungkinkan penambahan modul di masa depan.
Akses Maintenance Mudah
Pintu lebar memudahkan teknisi melakukan perawatan.
Keamanan Lebih Tinggi
Dilengkapi grounding system dan door interlock.
Karena keunggulan ini, panel free standing banyak digunakan pada sistem kelistrikan kritikal.
Material & Konstruksi Panel
Kualitas panel free standing sangat dipengaruhi material yang digunakan.
Plat Baja / Steel Plate
Ketebalan umum 1.5 mm – 3 mm tergantung kapasitas.
Rangka Hollow / UNP Frame
Memberikan kekuatan struktur berdiri.
Finishing Powder Coating
Melindungi dari karat dan korosi.
Gasket Door Seal
Menjaga panel tetap kedap debu dan air.
Material premium memastikan panel free standing lebih tahan lama di lingkungan industri.
Tingkat Proteksi (IP Rating)
IP Rating menunjukkan ketahanan panel terhadap benda asing dan air.
Contoh yang umum:
- IP42 → Indoor standard
- IP54 → Tahan debu terbatas
- IP55 → Tahan semprotan air
- IP65 → Heavy duty outdoor
Pemilihan IP pada panel free standing harus menyesuaikan lokasi instalasi.
Komponen yang Umum Digunakan
Isi dari panel free standing biasanya terdiri dari:
- ACB / MCCB
- MCB
- Kontaktor
- Thermal overload relay
- Busbar tembaga
- Power meter digital
- Selector switch
- Pilot lamp
- PLC & HMI (opsional)
Kombinasi komponen tersebut menjadikan panel free standing sebagai pusat distribusi sekaligus kontrol.
Standar & Sertifikasi Panel
Panel industri wajib mengikuti standar keselamatan, seperti:
- IEC 61439
- SPLN (PLN)
- ISO 9001 manufacturing
- Standar K3 listrik
CV. Kanar Angkasa Electrical memproduksi panel free standing sesuai standar tersebut sehingga aman digunakan untuk proyek nasional.
Aplikasi Panel Free Standing
Penggunaan panel free standing sangat luas, antara lain:
Industri Manufaktur
Mengontrol mesin produksi dan distribusi daya.
Gedung Komersial
Mall, hotel, dan perkantoran.
Rumah Sakit
Untuk sistem listrik kritikal.
Data Center
Distribusi daya server.
Infrastruktur
Bandara, pelabuhan, dan utilitas.
Fleksibilitas aplikasi membuat panel free standing menjadi solusi universal.
Tips Memilih Panel Free Standing Berkualitas
Agar investasi tepat, berikut panduannya:
- Hitung kebutuhan daya
- Tentukan ukuran enclosure
- Pilih ketebalan material
- Pastikan IP rating sesuai
- Gunakan komponen original
- Pilih panel maker berpengalaman
Pemilihan vendor seperti CV. Kanar Angkasa Electrical memastikan panel free standing diproduksi presisi dan sesuai kebutuhan proyek.
Proses Produksi Panel Free Standing
Produksi panel tidak bisa sembarangan. Tahapannya meliputi:
1. Design Engineering
Pembuatan shop drawing & wiring diagram.
2. Fabrikasi Enclosure
Pemotongan, bending, dan welding.
3. Finishing
Powder coating oven.
4. Assembly Komponen
Pemasangan busbar & perangkat listrik.
5. Wiring Installation
Penarikan kabel sesuai standar warna.
6. Testing & Commissioning
Function test, megger test, dan load test.
Seluruh proses produksi panel free standing di CV. Kanar Angkasa Electrical dilakukan dengan quality control ketat.
Perawatan & Maintenance Panel
Agar عمر pakai panjang, lakukan:
- Inspeksi visual rutin
- Pembersihan debu
- Pengencangan baut
- Thermal scanning
- Pengujian proteksi
Maintenance berkala menjaga performa panel free standing tetap optimal.
Peran Desain Ergonomis dalam Efisiensi Operasional
Selain kekuatan konstruksi dan kelengkapan komponen, aspek desain ergonomis juga memegang peranan penting dalam mendukung kelancaran operasional sistem kelistrikan industri. Perancangan tata letak perangkat di dalam enclosure tidak boleh dilakukan secara acak. Setiap posisi harus mempertimbangkan kemudahan akses, jalur kabel, sirkulasi panas, serta keselamatan teknisi saat melakukan pengoperasian maupun perawatan.
Penempatan alat ukur, tombol kontrol, dan indikator visual biasanya disusun pada ketinggian pandang ideal operator. Hal ini bertujuan agar proses monitoring dapat dilakukan dengan cepat tanpa memerlukan alat bantu tambahan. Desain seperti ini sangat membantu terutama pada fasilitas produksi yang beroperasi 24 jam dan membutuhkan respons cepat ketika terjadi anomali sistem.
Selain itu, jalur wiring dirancang rapi menggunakan duct cable dan penomoran ferrule standar. Kerapian instalasi internal bukan hanya meningkatkan estetika, tetapi juga mempercepat proses troubleshooting. Teknisi dapat langsung mengidentifikasi jalur yang bermasalah tanpa harus membongkar keseluruhan instalasi.
Pentingnya Sistem Pendinginan di Dalam Enclosure
Suhu menjadi salah satu faktor yang sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh terhadap umur komponen listrik. Beban arus tinggi dapat menimbulkan panas berlebih, terutama pada busbar dan perangkat proteksi. Oleh karena itu, sistem ventilasi dan pendinginan wajib diperhitungkan sejak tahap desain.
Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:
- Ventilasi kisi udara alami
- Exhaust fan industri
- Filter udara anti debu
- Air conditioner khusus panel
Pemilihan metode pendinginan disesuaikan dengan lokasi penempatan dan kepadatan komponen di dalamnya. Lingkungan berdebu atau bersuhu tinggi biasanya membutuhkan sistem pendingin aktif agar temperatur tetap stabil.
Dengan suhu yang terjaga, performa perangkat akan lebih optimal dan risiko kegagalan fungsi dapat ditekan secara signifikan.
Integrasi dengan Sistem Otomasi & Digital Monitoring
Perkembangan teknologi industri 4.0 mendorong integrasi panel listrik dengan sistem otomasi dan digitalisasi. Saat ini banyak instalasi yang sudah terhubung dengan PLC, SCADA, maupun Building Management System (BMS).
Melalui integrasi tersebut, operator dapat:
- Memantau konsumsi daya secara real-time
- Mengontrol peralatan dari ruang kontrol
- Mendapatkan alarm gangguan otomatis
- Melakukan pencatatan histori beban
Digital monitoring membantu perusahaan melakukan efisiensi energi sekaligus predictive maintenance. Data yang terkumpul dapat dianalisis untuk mengetahui pola pemakaian listrik serta mendeteksi potensi gangguan sebelum terjadi kerusakan besar.
Implementasi teknologi ini menjadi nilai tambah signifikan bagi fasilitas industri modern yang menuntut keandalan tinggi dan efisiensi operasional.
Faktor Keselamatan Kerja (Electrical Safety)
Keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam setiap instalasi tenaga listrik. Risiko seperti arc flash, korsleting, maupun sengatan listrik harus diminimalkan melalui desain dan prosedur yang tepat.
Beberapa fitur keselamatan yang umum diterapkan meliputi:
- Sistem grounding terintegrasi
- Door interlock mekanis
- Label peringatan bahaya
- Penutup busbar akrilik
- Emergency stop system
Selain fitur fisik, prosedur kerja juga harus mengikuti standar K3 listrik. Penggunaan APD, prosedur lockout-tagout, serta inspeksi berkala menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan kerja tetap aman.
Dengan penerapan sistem keselamatan yang baik, potensi kecelakaan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap instalasi yang digunakan.
Dukungan Layanan Purna Jual
Aspek yang tidak kalah penting adalah dukungan after-sales service. Instalasi listrik industri merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan pendampingan teknis berkelanjutan.
Layanan purna jual biasanya mencakup:
- Garansi produk & fabrikasi
- Bantuan commissioning
- Training operator
- Ketersediaan spare part
- Layanan troubleshooting
Dengan adanya dukungan teknis, pengguna tidak perlu khawatir apabila terjadi kendala di kemudian hari. Sistem dapat segera ditangani oleh tenaga profesional yang memahami desain dan konfigurasi awal instalasi.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa itu panel free standing ?
Panel listrik berdiri di lantai yang digunakan untuk distribusi dan kontrol daya skala besar.
2. Apa bedanya dengan wall mounting panel ?
Kapasitas panel free standing lebih besar dan konstruksinya lebih kokoh.
3. Dimana panel ini biasa digunakan ?
Industri, gedung, rumah sakit, hingga data center.
4. Berapa ketebalan material panel?
Umumnya 1.5 mm – 3 mm tergantung kebutuhan.
5. Apakah bisa custom desain ?
Ya, panel free standing dapat dibuat sesuai spesifikasi proyek.
6. Berapa lama proses produksi ?
Sekitar 2–6 minggu tergantung kompleksitas.
7. Apakah sudah termasuk instalasi ?
Tergantung paket pekerjaan dari panel maker.
8. Bagaimana perawatannya ?
Cukup inspeksi rutin dan pembersihan berkala.
Kesimpulan
Panel free standing merupakan solusi panel listrik industri dengan desain berdiri kokoh, kapasitas besar, serta fleksibilitas tinggi. Fungsinya tidak hanya sebagai distribusi daya, tetapi juga proteksi dan kontrol sistem kelistrikan.
Dengan material berkualitas, standar produksi ketat, serta perencanaan engineering yang tepat, panel free standing mampu memberikan performa maksimal dan keamanan jangka panjang.
Bagi Anda yang membutuhkan pembuatan panel listrik profesional, CV. Kanar Angkasa Electrical siap menjadi partner terpercaya. Didukung tim engineering berpengalaman, workshop fabrikasi lengkap, serta standar produksi industri, setiap panel diproduksi presisi sesuai kebutuhan proyek.
Kunjungi website resmi:
👉 https://kae.co.id
Dapatkan konsultasi teknis, desain custom, hingga penawaran terbaik untuk kebutuhan panel free standing Anda.
📍 Alamat: Jl. Sawahan Sarimulyo I No. 1.
🌐 Website: https://kae.co.id
📞 WhatsApp: 0821-7025-2366
Gratis Konsultasi Sekarang!
Dapatkan solusi terbaik untuk kebutuhan Anda dengan konsultasi gratis dari tim ahli kami.
Produk Unggulan
*Powered by Pesoros.com








