scada room control

Panel SCADA: Cara Kerja, Fungsi dan Komponen Lengkap

Panel SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) adalah panel kontrol yang digunakan sebagai bagian dari sistem SCADA, yang berfungsi untuk mengawasi, mengontrol, dan mengumpulkan data dari sistem industri atau infrastruktur secara real-time.


Gratis Konsultasi Sekarang!

Dapatkan solusi terbaik untuk kebutuhan Anda dengan konsultasi gratis dari tim ahli kami.



Apa itu Panel SCADA?

panel scada 1

Panel SCADA adalah pusat kontrol fisik dari sistem SCADA, berisi komponen-komponen elektronik, PLC, HMI, I/O module, serta komunikasi data yang memungkinkan pengawasan jarak jauh terhadap proses industri seperti pembangkit listrik, pabrik, sistem distribusi air, dan sebagainya.


Cara Kerja Panel Scada

panel scada 3

Panel SCADA beroperasi berdasarkan prinsip pengumpulan data dari berbagai sensor atau perangkat lapangan, mengolah informasi tersebut melalui sistem kontrol seperti PLC (Programmable Logic Controller), dan kemudian menampilkannya secara real-time kepada operator melalui antarmuka HMI (Human Machine Interface) atau sistem SCADA di komputer pusat. Proses ini berlangsung secara terus-menerus dan otomatis, yang memungkinkan pengawasan serta pengendalian sistem industri dari satu lokasi yang terpusat, baik secara lokal maupun jarak jauh.

1. Pengumpulan Data dari Sensor dan Perangkat Lapangan

Langkah awal dalam proses kerja panel SCADA adalah pengumpulan data dari lapangan. Sensor-sensor yang dipasang pada mesin, peralatan, atau fasilitas seperti pompa, katup, dan motor akan mengirimkan informasi mengenai kondisi operasional—misalnya tekanan, suhu, aliran, level cairan, status ON/OFF, dan lain-lain. Data ini kemudian dikirim ke modul input yang ada di dalam panel SCADA.

Jenis input dapat berupa input digital (ON/OFF, status alarm) atau input analog (nilai tegangan, arus, suhu, dan sebagainya). Modul input ini akan meneruskan sinyal ke unit pemrosesan utama seperti PLC atau RTU (Remote Terminal Unit).

2. Pemrosesan Data oleh PLC

Setelah data diterima, PLC akan memproses informasi tersebut sesuai dengan logika pemrograman yang telah ditetapkan. PLC berfungsi sebagai “otak” dari panel SCADA. Ia akan menentukan tindakan tertentu berdasarkan kondisi sistem yang ada. Sebagai contoh, jika suhu tangki melebihi batas maksimum, PLC dapat menginstruksikan valve untuk membuka atau pompa untuk berhenti.

Logika kontrol ini dapat berupa instruksi otomatis, seperti menghidupkan motor ketika level air rendah, atau instruksi manual yang diberikan oleh operator melalui HMI atau komputer SCADA.

3. Komunikasi dengan Perangkat Lunak SCADA

Panel SCADA dilengkapi dengan sistem komunikasi, seperti Ethernet, Modbus, Profibus, atau protokol TCP/IP, yang memungkinkan pengiriman data dari panel ke komputer pusat atau server SCADA. Di sisi perangkat lunak, SCADA menampilkan data secara visual dalam bentuk grafik, diagram, atau status simbolik pada layar monitor.

Perangkat lunak SCADA juga memiliki kemampuan untuk merekam data (data logging), menganalisis kinerja, serta menghasilkan laporan yang diperlukan oleh manajemen.

4. Antarmuka Operator dan Kontrol Manual

Operator dapat mengawasi keadaan sistem melalui HMI (Antarmuka Manusia-Mesin) yang terpasang di panel, atau melalui perangkat lunak SCADA di komputer. Melalui antarmuka ini, operator dapat memberikan perintah manual seperti menghidupkan/mematikan peralatan, mengubah setpoint suhu, atau mereset alarm.

Panel SCADA juga menampilkan alarm dan notifikasi secara real-time ketika terjadi anomali. Hal ini memungkinkan operator untuk segera mengambil tindakan korektif sebelum terjadinya kegagalan sistem.

5. Integrasi dan Pengendalian Jarak Jauh

Salah satu keunggulan dari panel SCADA adalah kemampuannya untuk diakses dari lokasi yang jauh melalui jaringan internet atau VPN. Hal ini memungkinkan kontrol dan pemantauan tetap dapat dilakukan meskipun operator tidak berada di lokasi fisik panel. Informasi tetap dikirim secara real-time, dan tindakan juga dapat dieksekusi dari pusat kontrol.


Fungsi Panel SCADA

panel scada 2

Panel SCADA memainkan peran yang sangat penting dalam sistem kontrol industri modern. Fungsinya tidak hanya terbatas pada pengendalian peralatan secara otomatis, tetapi juga menyediakan kemampuan untuk memantau, menganalisis, dan mengambil keputusan berdasarkan data secara real-time. Panel ini berfungsi sebagai tulang punggung dari sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), yang banyak diterapkan di berbagai sektor industri seperti pembangkit listrik, pabrik, sistem air bersih, pengolahan limbah, serta industri minyak dan gas.

1. Pemantauan Proses Industri Secara Real-Time

Fungsi utama dari panel SCADA adalah untuk memantau kondisi proses secara real-time. Data yang berasal dari berbagai sensor, alat ukur, dan perangkat lapangan dikirim ke panel SCADA dan ditampilkan dalam format yang mudah dipahami oleh operator, baik melalui layar HMI (Human Machine Interface) di panel, maupun melalui sistem SCADA di ruang kontrol.

Dengan adanya pemantauan ini, operator dapat melihat status peralatan, parameter proses (suhu, tekanan, level, arus, dan lain-lain), serta mengetahui apakah semuanya beroperasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

2. Pengendalian Otomatis dan Manual

Panel SCADA juga berfungsi sebagai pusat pengendalian sistem secara otomatis. Dengan adanya PLC (Programmable Logic Controller) di dalam panel, sistem dapat beroperasi berdasarkan logika kontrol tertentu tanpa memerlukan intervensi manusia secara terus-menerus. Sebagai contoh, sistem dapat secara otomatis mengaktifkan pompa ketika level tangki menurun, atau menghentikan motor jika suhu melebihi batas aman.

Selain kontrol otomatis, operator juga dapat melakukan kontrol manual melalui HMI. Hal ini sangat penting untuk tindakan darurat atau pemeliharaan, di mana operator perlu mengubah kondisi sistem secara langsung.

3. Deteksi Alarm dan Keamanan Sistem

Fungsi penting lainnya adalah sebagai sistem peringatan dini melalui alarm. Panel SCADA mampu mendeteksi kondisi abnormal atau berbahaya seperti lonjakan arus, tekanan berlebih, suhu tinggi, kegagalan peralatan, dan lain-lain. Ketika alarm aktif, panel akan menampilkan pesan atau indikator visual/auditori agar operator segera mengambil tindakan korektif.

Fitur ini meningkatkan keamanan operasional serta mencegah kerusakan peralatan yang dapat berdampak pada produktivitas maupun keselamatan.

4. Pencatatan dan Penyimpanan Data

Panel SCADA juga memiliki peran penting dalam merekam dan menyimpan data operasional secara berkelanjutan. Data historis ini sangat bermanfaat untuk analisis, audit, pelaporan, serta prediksi pemeliharaan (pemeliharaan prediktif). Dengan adanya catatan data, manajemen dapat menilai kinerja sistem, mengidentifikasi pola gangguan, dan mengambil keputusan yang didasarkan pada data.

5. Integrasi dan Komunikasi dengan Sistem Pusat

Panel SCADA memungkinkan integrasi yang komprehensif dengan sistem kontrol pusat atau perangkat lunak SCADA berbasis komputer. Melalui komunikasi protokol seperti Modbus, Ethernet/IP, atau OPC, data dari lapangan dapat dikirim ke server pusat untuk pemantauan dan pengendalian jarak jauh.

Fungsi ini sangat penting dalam sistem industri berskala besar yang terdiri dari banyak unit yang terdistribusi di berbagai lokasi. Operator dapat memantau dari satu pusat kendali tanpa perlu mengunjungi lokasi fisik panel.


Komponen Panel SCADA

Panel SCADA terdiri dari berbagai komponen elektrik dan elektronik yang saling terintegrasi untuk mendukung fungsi pengawasan, pengendalian, dan komunikasi dalam sistem industri. Setiap komponen memiliki peran penting untuk memastikan proses industri berjalan secara otomatis, efisien, dan dapat dimonitor dari jarak jauh. Berikut adalah komponen-komponen utama yang umumnya terdapat dalam sebuah panel SCADA:

1. PLC (Programmable Logic Controller)

PLC merupakan komponen utama dalam panel SCADA. Fungsinya sebagai otak sistem kontrol, yang menjalankan logika pemrograman untuk mengontrol peralatan industri seperti pompa, motor, valve, dan sensor. PLC menerima input dari sensor atau perangkat lain, memprosesnya berdasarkan program, lalu mengeluarkan perintah ke aktuator. Beberapa merek terkenal di industri adalah Siemens, Schneider, Omron, dan Allen-Bradley.

2. HMI (Human Machine Interface)

HMI adalah antarmuka visual yang memungkinkan operator berinteraksi langsung dengan sistem. HMI dapat berupa layar sentuh atau panel grafis yang menampilkan status sistem, alarm, grafik, dan tombol kontrol. Melalui HMI, operator dapat memantau parameter proses, mengatur setpoint, atau melakukan kontrol manual terhadap peralatan di lapangan.

3. Unit Catu Daya

Panel SCADA memerlukan sumber daya listrik yang stabil dan aman. Unit catu daya berfungsi untuk mengubah tegangan AC (biasanya 220V) menjadi tegangan DC (biasanya 24V) yang diperlukan oleh PLC, modul I/O, dan HMI. Sistem catu daya ini sering dilengkapi dengan proteksi terhadap lonjakan arus dan gangguan listrik lainnya.

4. Modul Input/Output (I/O)

  • Modul I/O berfungsi untuk menghubungkan PLC dengan lingkungan eksternal. Terdiri dari:
  • Input Digital (DI): Menerima sinyal biner dari perangkat seperti tombol tekan, limit switch, atau sensor status.
  • Output Digital (DO): Mengontrol peralatan seperti relay, lampu indikator, atau kontaktor.
  • Input Analog (AI): Menerima sinyal variabel (misalnya 4-20 mA atau 0-10V) dari sensor suhu, tekanan, level, dan lain-lain.
  • Output Analog (AO): Mengirim sinyal ke perangkat yang memerlukan kontrol analog, seperti inverter atau kontrol katup.

5. Modul Komunikasi

Untuk memungkinkan interaksi antar perangkat serta koneksi ke sistem SCADA pusat, panel dilengkapi dengan modul komunikasi. Modul ini mendukung berbagai protokol industri seperti Modbus RTU, Modbus TCP/IP, Profibus, atau Ethernet/IP. Modul ini sangat penting untuk mentransfer data secara real-time ke perangkat lunak SCADA.

6. Relay, Kontaktor, dan Terminal Block

Relay dan kontaktor digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan beban listrik besar dengan aman. Sementara itu, terminal block digunakan untuk memastikan konektivitas kabel yang rapi dan mudah dalam pemeliharaan. Semua perangkat ini dirakit di dalam panel dengan sistem pengkabelan yang terorganisir.

7. Circuit Breaker dan Proteksi Listrik

Circuit breaker, MCB, dan fuse berfungsi sebagai sistem perlindungan untuk mencegah kerusakan akibat korsleting atau beban berlebih. Komponen ini sangat penting untuk menjaga keamanan perangkat dan operator.


Sedang Mencari Panel SCADA?

Kanar Angkasa Electrical

Kami CV. Kanar Angkasa Electrical adalah perusahaan yang bergerak di bidang Panel Maker. Sejak didirikan pada tahun 2022, kami telah berdedikasi untuk menyediakan produk Panel Listrik dari skala kecil hingga besar dengan kualitas yang tinggi dan layanan yang terbaik untuk memenuhi beragam kebutuhan industri dan komersial.


Produk Kami:

Kami siap melayani konsultasi, penawaran harga, maupun kerja sama proyek di seluruh wilayah Indonesia. Silakan hubungi kami melalui informasi kontak di bawah ini atau isi formulir yang tersedia. Tim kami akan segera menghubungi Anda.


Kontak Kami:

Gratis Konsultasi Sekarang!

Dapatkan solusi terbaik untuk kebutuhan Anda dengan konsultasi gratis dari tim ahli kami.

Galeri Kami:

* Powered by pesoros.com